Seperti Ini Tampilan Pesawat Yang Paling Mewah

LUPAKAN ruang kaki yang sempit di pesawat. Maskapai penerbangan ini menyajikan pelayanan pesawat seperti hotel bintang lima dengan tiga kamar suite pribadi, termasuk ruang tamu, kamar mandi dan kamar tidur, serta butler terlatih dari Savoy Academy untuk memenuhi setiap keinginan Anda.

Kemewahan tak tertandingi menjadi tema desain pesawat baru Etihad Airways yang mengubah pesawat Airbus A380 dan Boeing B787 Dreamliner menjadi pesawat paling mewah dan sophisticated untuk bepergian.

“The Residence by Etihad” adalah VIP suite yang terletak di dek atas pesawat A380 yang baru. Anda harus merogoh saku sekira 12,500 poundsterling (Rp242.688.600) sekali jalan jika ingin bepergian di kelas ini.

Seperti dilansir Dailymail, Anda akan mendapatkan kabin sendiri dengan ruang tamu – lengkap dengan TV flatscreen 32 inci – dua kamar tidur, kamar mandi en-suite, layanan butler pribadi, layanan full mobile dan Wi-Fi, serta makanan yang disediakan oleh koki gourmet jika membeli tiket pesawat kelas mewah ini.

Bagian kelas pertama pada pesawat A380 bernama First Apartments terletak di dek atas dan akan menampilkan suite pribadi dengan kursi berbaring santai terpisah dan tempat tidur full-length. Kursi dan tempat tidur dilapisi oleh kain pelapis dari pemasok interior Ferrari Poltrona Frau.

First Apartments juga dilengkapi dengan mini-bar, personal vanity unit dan lemari pakaian. James Hogan, Presiden dan Chief Executive Etihad Airways mengatakan, “Ruang hidup baru ini akan meningkatkan produk inflight dan standar pelayanan ke level tertinggi dalam penerbangan komersial dan mengubah harapan wisatawan tentang kenyamanan dan kemewahan berudara selamanya. Pesawat A380 dan B787 milik Etihad Airways memberikan kabin maskapai penerbangan yang paling maju di industri dengan memenuhi semua target jangkauan dan biaya pada hitungan kursi yang diinginkan kami. Ini memungkinkan kami untuk menawarkan produk-produk berkualitas dan gaya yang tak tertandingi, namun dengan harga bersaing di semua tiga kabin.”

Sedangkan pada pesawat B787, kata dia, kelas pertama telah ditingkatkan dengan menambahkan fitur mini-bar, televisi monitor 24 inci, layanan Wi-Fi, dan penumpang dapat membuat tempat tidur ganda (double bed) dengan menggabungkan suite.

Pengumuman Penerbangan di Bandara Juanda Ditiadakan

Calon penumpang pesawat yang akan berangkat melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya seperti harus lebih disiplin untuk mengatur jam keberangkatan.

Pasalnya, mulai 1 Juni pengelola bandara meniadakan announcement bandara atau pemberitahuan jadwal penerbangan melalui pengeras suara di bandara.

Sebagai penggantinya, calon penumpang bisa melihat dan mengatur sendiri jadwal keberangkatannya melalui teks berjalan atau running text yang berada di dalam bandara.

Seluruh calon penumpang pesawat kini bisa langsung menuju ke pintu keberangkatan pesawat meski hanya melihat jam penerbangan dan daftar gate yang ada pada tiket pesawat.

General Manager Pt.Angkasa Pura 1 Surabaya, Trikora Harjo, mengatakan, announcement bandara ini sengaja ditiadakan sebagai upaya untuk menambah kenyamanan calon penumpang di bandara.

Ini disebabkan, kebisingan announcement bandara yang hampir setiap 2 menit selalu berbunyi menginformasikan jadwal penerbangan pesawat dinilai dapat mengganggu kenyamanan penumpang.

Untuk awalan, penghapusan program announcement bandara diberlakukan di terminal 1 dan terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Inilah Rute Citilink yang Terbang dari Bandara Halim

CITILINKMaskapai penerbangan berbiaya murah Citilink mengalihkan rute Medan, Denpasar, Solo dan Pontianak ke Bandara Halim Perdana Kusuma (PK).

CEO Citilink, Arief Wibowo menjelaskan, untuk penambahan frekuensi baru tersebut ditujukan pada destinasi Semarang dari 3 menjadi 4 frekuensi, Palembang dari 2 menjadi 4 frekuensi, dan Jogja dari 3 menjadi 4 frekuensi. Kemudian, disiapkan untuk destinasi Surabaya sebanyak 2 frekuensi.

“Jadi yang hari ini ada yang kita alihkan Palembang, kedua itu Surabaya. Ke depan masih ada beberapa slot kapasitas yang bisa digunakan. Ini juga dengan dukungan beberapa pihak,” ucap Arief Wibowo di Bandara Halim, Jakarta, Minggu (1/6/2014).

Sebagai kelanjutan pemindahan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Halim yang dimulai 10 Januari 2014 dengan jumlah penerbangan pulang-pergi sebanyak 16 frekuensi per hari.

Ia mengatakan, penambahan pengalihan rute penerbangan dari Soekarno-Hatta ke Halim, yakni Medan dan Denpasar serta Balikpapan, Solo, dan Pontianak yang akan dikembangkan dari Halim. “Tapi bertahap, masih ada sisa slot, mudah-mudahan masih segera berkembang,”katanya.

Namun, pengembangan destinasi penerbangan dari Halim menunggu kedatangan pesawat sewa dari Airbus dengan kapasitas 4 destinasi mendapat tambahan 2 pesawat. “Kapasitas 4 ini untuk tambahan 2 pesawat, sekarang kita kan baru 2 pesawat yang beroperasi nanti akan nambah lagi di sini,”tuturnya.

 

Maskapai Mulai Ajukan Extra Flight untuk Mudik

Kementerian Perhubungan menyebutkan maskapai mulai mengajukan kursi tambahan atau extra flight untuk masa mudik Lebaran mendatang.

“Sudah ada yang mengajukan, tapi baru Lion Air,” kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Julius Adravida Barata kepada Tempo, Selasa, 27 Mei 2014.

Ia menjelaskan extra flight berlaku selama 16 hari, yaitu sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Manajemen Lion Air masih menunggu respons masyarakat untuk extra flight tersebut. “Tapi, soal kapasitas, kami mampu menambah 20 ribu tempat duduk per hari,” ucap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait.

Ia mengungkapkan, secara tradisional, penambahan kapasitas penerbangan pada musim mudik setiap tahunnya dilakukan pada tujuh hingga sepuluh rute. Rute-rute gemuk pada saat masa mudik antara lain dari dan menuju Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang.

Menurut Edward, tahun lalu jumlah penumpang pada masa mudik mengalami pertumbuhan 10-11 persen dibanding hari biasa. Namun sulit memprediksi persentase kenaikan pertumbuhan penumpang pada masa angkutan Lebaran tahun ini.

“Susah diprediksi karena ada hajatan nasional, pemilu presiden,” ucapnya. Edward mengatakan belum bisa mengetahui pengaruh pemilu presiden tersebut terhadap pertumbuhan jumlah penumpang pada masa angkutan Lebaran mendatang.

Menunggu Keputusan Kenaikan Tiket Pesawat

Rupanya tarif tiket pesawat akan naik sebentar lagi. tinggal menunggu keputusan dari pemerintah yang akan menyetujui kenaikan harga. hal ini sudah bisa kita baca dari gelagat yang terjadi dari pembicaraan INCA dengan pihak Kementerian Perhubungan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional (INACA) Arif Wibowo mengatakan terus memberikan masukan kepada pemerintah terkait tarif batas atas tiket pesawat. “Saya tidak tahu maksudnya pemerintah apa, kami sudah intens usul kenaikan, tapi belum diputuskan,” ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Ahad 1 Juni 2014.

Arif menilai pemerintah selalu menunda-nunda penentuan revisi tarif batas atas penerbangan. “Tahun lalu sebenarnya kami ingin di saat Natal dan tahun baru tarif juga baru, tapi malah diganti cost surchage,” jelas Arif.

Menurut Chief Executice Officer Citilink Indonesia ini, kenaikan tarif batas atas penerbangan benar-benar dibutuhkan agar maskapai penerbangan bisa bertahan dengan biaya operasional tinggi.
“Sekarang kalau memang harus pakai cost surchage ya kami pakai, tapi ke depannya kalau sudah siap dimodifikasi, ayo kita lakukan,” kata Arif.

Tahun lalu, INACA mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan agar tarif batas atas dinaikkan sebesar 25 persen. Namun, Kementerian justru menetapkan tarif surchage sebesar Rp 60 ribu sejam per satu jam penerbangan. “Dengan tarif segitu ya cuma terpenuhi sepuluh persen,” Arif mengimbuhkan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara saat ini tengah merevisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 26 Tahun 2010 tentang mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. Namun, keputusan revisi itu diundur hingga setelah Lebaran.

Efek Samping Naik Pesawat

Berpergian jauh memakai pesawat akan menghemat waktu yang cukup banyak. Jarak dua kota yang mencapai ratusan kilometer dapat ditempuh hanya dalam hitungan jam. Oleh sebab itu, naik pesawat sering menjadi pilihan untuk samai di tempat dengan harga tiket yang makin terjangkau.

Tapi tahukah Anda? Terlalui sering naik pesawat juga ada efek sampingnya. Dikutip dari Boldsky, ada 5 masalah kesehatan yang kemungkinan muncul dengan pergi memakai transportasi udara:

  1. Flu atau pilek. Penyakit yang dipicu oleh infeksi virus ini umum diderita oleh penumpang pesawat. Pasalnya, virus flu lebih mudah menyebar ketika ada satu atau beberapa orang penumpang yang mengalami sakit tersebut. Di samping itu, orang mudah kena flu juga dipicu perubahan di atmosfer, pendingin udara pesawat, dan faktor lainnya. Disarankan membawa obat pereda flu atau makanan yang bersifat meningkatkan kekebalan tubuh.
  2. Infeksi perut. Ini terjadi akibat penumpang mengalami infeksi pada lambung dari makanan yang disajikan di pesawat. Kemungkinan makanan lebih cepat basi saat berada di ketinggian atau menunya tidak cocok dengan kondisi fisik penumpang. Lebih baik membawa sendiri makanan yang “sudah akrab” dengan perut Anda untuk dikonsumsi selama terbang. Pilih juga air putih yang sifatnya lebih netral bagi tubuh sebagai teman minum.
  3. Penyakit yang penularannya lewat udara. Contohnya batuk, tipus, TBC, dan sebagainya. Saat di pesawat, virus atau bakteri patogen lebih leluasa untuk hinggap ke banyak penumpang. Mungkin penumpang baru akan merasakan gejala setelah beberapa hari menyelesaikan perjalanan dengan pesawat.
  4. Mabuk udara. Tandanya seperti halnya mabuk darat yaitu mual, muntah, hingga pusing. Tubuh tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan sehingga muncul gejala mabuk udara. Di saat seperti ini bisa diberikan obat-obatan ringan pereda mual dan sembari menghirup kantung oksigen yang disediakan di pesawat. Tidur sejenak juga bisa meredakan gejala.
  5. Sakit kepala. Ketika di udara, akan terjadi penyumbatan telinga dan kemungkinan adanya masalah pernapasan. Hal ini bisa memicu sakit kepala. Hal tersebut menjadi lebih berat dijalani oleh orang-orang yang memiliki riwayat migrain dan sinus. Pasokan oksigen yang rendah makin memperburuk sakit kepala.

Penerbangan Tambahan dari Airasia untuk Lebaran

Maskapai penerbangan PT Indonesia AirAsia akan menambah frekuensi penerbangan untuk memenuhi kenaikan permintaan pada saat musim mudik Lebaran mendatang. Perusahaan itu sudah mengajukan tujuh penerbangan tambahan dengan tujuan Yogyakarta, Surabaya, Bali, dan Singapura dari Jakarta.

“Ke Bali kita menambah dua penerbangan, ke Singapura dua penerbangan, Surabaya tambah dua, dan Yogyakarta satu kali,” ujar Direktur Niaga Indonesia AirAsia Andy Adrian, Senin, 2 Juni 2014.

Baru tiket penerbangan tambahan menuju Bali yang dibuka untuk menyambut Lebaran. Akan halnya penjualan tiket tambahan tujuan Yogyakarta, Surabaya, dan Singapura baru akan dibuka pada pertengahan atau akhir bulan ini. “Semakin cepat kita buka, semakin baik,” tuturnya.

Andy menambahkan, pada saat musim mudik Lebaran, tingkat okupansi atau keterisian pesawat AirAsia bisa mencapai 100 persen. “Terutama satu minggu sebelum dan satu minggu setelah Lebaran.”

Saat ini tiap pesawat AirAsia memiliki 180 kursi. Lazimnya, pada saat musim mudik Lebaran permintaan kursi bakal naik 30-40 persen dibanding hari biasa. “Semakin penuh (keterisian pesawat), tentu pendapatan (maskapai) akan naik,” kata Andy.

Dari pantauandi situs resmi AirAsia per 2 Juni 2014, terlihat harga tiket per orang rute Jakarta-Yogyakarta pada H-3 Lebaran (29 Juli 2014) yakni Rp 959.745 untuk kelas ekonomi dan Rp 1.251.300 untuk kelas bisnis. Padahal pada Sabtu biasa, tiket kelas ekonomi dan bisnis dibanderol masing-masing sebesar Rp 490.100 dan Rp 836.600 per orang.

Selain itu, pada tanggal yang sama, harga tiket pesawat untuk rute Jakarta-Surabaya di atas Rp 1 juta per orang. AirAsia menyediakan enam penerbangan pada hari tersebut dengan harga tiket kelas ekonomi mulai Rp 1.116.500 dan kelas bisnis mulai Rp 1.331.600 per orang. Padahal harga tiket pada Sabtu biasa hanya Rp 537-845 ribuan per orang.

Sebelumnya, maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk juga berencana menambah frekuensi penerbangan dan tempat duduk dengan mengoperasikan pesawat yang lebih besar untuk kebutuhan Lebaran 2014. “Diperkirakan akan ada lonjakan sekitar 10-15 persen untuk penumpang Garuda saat Lebaran nanti,” kata Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto